Inflasi Pangan Meningkat Akibat Cuaca dan Lonjakan Permintaan, Masih Terkendali
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan RI (Menkeu RI) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan terdapat peningkatan inflasi pangan nasional.
Kenaikan tersebut dilaporkan terjadi akibat pengaruh faktor cuaca dan lonjakan permintaan pada sejumlah komoditas pokok.
"Inflasi pangan meningkat karena faktor cuaca dan naiknya permintaan beberapa komunitas seperti daging ayam, ikan segar, dan cabai. Namun tetap mendarat di bawah 5 persen," kata Purbaya di APBNKITA, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).
Meski terdapat tekanan pada harga pangan, Menkeu menegaskan tingkat inflasi secara keseluruhan masih pada level yang terkendali di bawah 5 persen.
Selain inflasi pangan, terdapat kenaikan pada inflasi harga yang dipicu efek basis rendah dari tarif listrik.
Namun, pemerintah memperkirakan tekanan inflasi pada sektor tersebut akan mulai mereda pada Maret 2026.
"Dampak kenaikan harga komunitas termasuk minyak mentah akan tetap dikeluarkan oleh pemerintah melalui peran APBN sebagai shock absorber," katanya menegaskan.
Langkah tersebut bertujuan meredam dampak kenaikan harga komoditas global, termasuk fluktuasi minyak mentah.
Peningkatan inflasi pangan nasional terjadi akibat pengaruh faktor cuaca dan lonjakan permintaan pada sejumlah komoditas pokok.
- BULOG Pastikan Harga Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
- Mendagri Tito Keluarkan Peringatan Dini buat Pemda soal Ekonomi
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp 72.500 Per Kilogram, Meroket!
- Prabowo Sebut Ada Negara Merasa Lebih Hebat, Kini Minta Beli Beras dari Indonesia
- Bertemu PM Belarus, Menko Airlangga Perkuat Kerja Sama Energi, Pangan & Konektivitas
- Ahmad Rizal Ramdhani: Dari Intelijen Teritorial Kini Mengawal Ketahanan Pangan
JPNN.com




