Inflasi Tahunan Juni 2026 Sentuh 3,34 Persen, Papua Pegunungan Tertinggi
"Meningkatnya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,67 persen," ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/7).
Penyumbang inflasi signifikan lainnya yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami kenaikan sebesar 10,10 persen dengan andil 0,69 persen.
Inflasi pada sektor ini utamanya dipicu oleh lonjakan harga emas perhiasan.
Selain itu, BPS mencatat kenaikan pada kelompok transportasi sebesar 4,57 persen, dengan andil 0,55 persen.
Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,04 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,44 persen.
Lebih lanjut, kelompok lainnya yang turut andil dalam inflasi yakni Kelompok pakaian dan alas kaki juga naik tipis sebesar 1,00 persen.
"Kelompok kesehatan sebesar 1,84 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,26 persen," sebut Ateng.
Sektor lain yang turut berkontribusi terhadap inflasi tahunan ini mencakup kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,36 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,40 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 1,27 persen.
BPS mencatat laju inflasi pada Juni 2026 secara tahunan menyentuh angka 3,34 persen, Papua Pegunungan tertinggi
- Iran-Amerika Tegang, Apa Kabar Kurs Rupiah Hari Ini?
- World Bank Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 Jadi 5,2%
- BPS Ungkap Harga Beras Inflasi di 116 Kabupaten/Kota
- Harga Beras Naik, Bapanas Tambah SPHP & Bantuan Pangan
- Harga Daging Ayam Bergejolak, Bapanas Siapkan Strategi Distribusi
- BI Sebut Inflasi September 2026 Tetap Terjaga
JPNN.com




