Info Kekerasan di Menwa UNS Valid? Presiden BEM SV Menjawab

Info Kekerasan di Menwa UNS Valid? Presiden BEM SV Menjawab
Markas Menwa UNS lumpuh setelah Gilang Endi Saputra meninggal dunia. Di sana juga melihat ada yang janggal. Begini kondisinya saat dikunjungi, Rabu (3/11). Foto: Romensy Augustino/JPNN/com

jpnn.com, SOLO - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi (BEM SV) UNS Dessy Latifatul Laila meyakini informasi soal praktik kekerasan yang terjadi di Menwa kampus itu valid.

Hal itu disampaikan Presiden BEM SV itu menanggapi unggahan Novaria Putri Yudianti melalui akunnya di Twitter.

Novaria speak up mengenai praktik kekerasan di Menwa UNS pada 2013, pascakematian Gilang Endi Saputra saat mengikuti diklatsar 2021, Minggu (24/10) lalu.

"Sepertinya (informasinya) valid. Mbak Novaria akan bertemu pihak kampus dan sudah dihubungi," kata Dessy dikonfirmasi JPNN.com, Kamis (4/11).

Dessy yang tergabung dalam Tim Aliansi Mahasiswa UNS juga menyebut kasus serupa yang dialami Gilang Endi memang pernah menimpa RH, anggota Menwa 2013.

Namun, ketika itu kasusnya tidak diproses lantaran keluarga enggan jenazah korban diautopsi.

"Kasus Gilang ini kan ada hasil autopsinya. Jadi, kalau ada tindak kekerasan bisa terungkap. Saya pun juga baru dengar terkait kasus 2013 itu," ujar Dessy.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa UNS telah mengumpulkan beberapa keterangan mengenai kegiatan berbau kekerasan yang terjadi di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus itu.

Presiden BEM SV UNS Dessy Latifatul Laila angkat bicara soal kekerasan di Menwa UNS seusai kematian Gilang Endi Saputra.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News