Info Terbaru soal Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
jpnn.com - JAKARTA – Rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Rombongan berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal (pesawat nirawak termal) untuk membantu pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak.
Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan pencarian akan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel gabungan.
“Kami siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,” kata Rizky dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa malam.
Rizky menambahkan, pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanis Gunung Anak Krakatau masih menyebar.
Sebagai alternatif, dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka akan digunakan untuk membantu pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Paling nanti kami di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita (SAR) lakukan pencarian dari udara, tetapi menggunakan drone thermal," kata dia.
Abu vulkanis masih menyebar, SAR Banten siapkan dua drone termal cari rombongan jurnalis hilang ontak di Selat Sunda.
- Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital di Wilayah Banten
- Hari Ini Jasad Kru Kapal Pembawa Jurnalis Hilang Kontak Dibawa ke Banten
- Badan Geologi: Status Gunung Anak Krakatau Turun Menjadi Waspada
- KWP Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang
- Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan, Ini Sebabnya
- Hari ke-10 Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Keluarga Korban Memohon Operasi SAR Diperpanjang
JPNN.com




