JPNN.com

Ini Cara PDIP Agar Menangi 6 Pilkada Kabupaten/Kota di Bali

Sabtu, 07 November 2015 – 19:09 WIB
Ini Cara PDIP Agar Menangi 6 Pilkada Kabupaten/Kota di Bali - JPNN.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: dokumen JPNN.Com

JAKARTA - PDI Perjuangan menargetkan bisa memenangi 6 pemilihan kepala daerah di kabupaten/kota di Bali yang digelar serentak pada 9 Desember mendatang. Karenanya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu berupaya meyakinkan pemilih bahwa calon yang diusung punya komitmen kerakyatan. 

Untuk itu,  6 pasang calon usungan PDIP pada pilkada Badung, Bangli, Denpasar, Jembrana, Karangasem dan Tabanan dikumpulkan secara bersamaan. Mereka dikumpulkan di DPD PDIP Bali, Sabtu (7/11) untuk diajak berdialog tentang komitmen menjaga dan merealisasikan Trisakti jika kelak terpilih.

Seperti dikutip dari siaran pers PDIP, ke-6 pasang calon asal partai berlambang kepala banteng itu lantas berdialog secara langsung dengan para akademisi, pemuka masyarakat ataupun tokoh adat. Dari dialog itu pula diketahui kesiapan 6 pasang calon asal PDIP untuk pilkada kabupaten/kota di Bali.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, keenam pasang calon yang diusung partainya itu harus menerjemahkan gagasan kerakyatan dan gotong royong. “Karena itu adalah modal PDIP dalam memenangkan pilkada serentak," ujar Hasto yang hadir pada acara itu.

Selain Hasto, hadir pula dalam acara itu adalah Ketua DPP PDIP Bidang ekonomi Kreatif Prananda Prabowo. Diskusi dipandu oleh politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka dan Nico Siahaan.

Ini Cara PDIP Agar Menangi 6 Pilkada Kabupaten/Kota di Bali

Para pasangan calon kepala daerah asal PDIP untuk pilkada di kabupaten/kota di Bali saat dialog dengan para akademisi, tokoh masyarakat dan pemuka adat di Bali, Sabtu (7/11). Foto: Humas DPP PDIP for JPNN.Com

Hasto menegaskan, semua jago PDIP di 6 pilkada di Provinsi Bali itu telah digembleng tentang Trisakti. Tujuannya agar kelak ketika mereka terpilih bisa menerapkan kemandirian ekonomi, kedaulatan politik dan budaya yang berkepribadian dalam program-program pemerintahan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara