Ini Penyebab Meroketnya Harga Cabai dan Bawang

Ini Penyebab Meroketnya Harga Cabai dan Bawang
Ilustrasi petani cabai. Foto: Humas Hortikultura

Kemudian, untuk cabai merah dan cabai rawit, Budi menegaskan asosiasi produsen menyampaikan tidak ada masalah dari sisi produksi, namun cuaca yang kurang baik membuat aktivitas panen menjadi terkendala.

“Cabai itu tidak kekurangan produksi. Cuma kemarin karena cuacanya tidak bagus, memanennya saja. Memanennya kan tidak bisa setiap saat. Jadi makanya tadi dicari solusinya bagaimana supaya bisa lebih efisien dalam memanennya,” ujarnya.

Menurut dia, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan pelaku logistik.

Selain itu, Budi juga menyampaikan berdasarkan laporan asosiasi, komoditas daging dan telur saat ini dalam kondisi surplus, sehingga tidak diperkirakan menjadi sumber tekanan harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Berdasarkan data pemantauan harga pangan nasional dari situs Badan Pangan Nasional per Senin, cabai rawit merah tercatat naik 6,34 persen dari hari sebelumnya menjadi Rp 72.277 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik 1,58 persen menjadi Rp 61.454 per kilogram.

Lebih lanjut, telur ayam ras naik 1,36 persen menjadi Rp 31.365 per kilogram dan beras medium naik 1,16 persen menjadi Rp 13.660 per kilogram.

Di sisi lain, bawang merah turun 2,64 persen menjadi Rp 47.729 per kilogram dan Minyakita turun 0,44 persen menjadi Rp 17.602 per liter.(antara/jpnn)

Mendag Budi Santoso mengakui, harga bawang merah dan cabai di sejumlah mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News