Insiden Mahakam jadi Peringatan Keras untuk Pengelolaan Sistem Infrastruktur
Sistem peringatan dini atau early warning system juga dapat diterapkan agar kapal yang mengalami masalah teknis dapat diintervensi sebelum memasuki area kritis.
Dengan teknologi yang tersedia saat ini, pendekatan semacam ini sangat mungkin dilakukan, dan tidak memerlukan biaya besar bila dibandingkan dengan kerugian akibat kerusakan infrastruktur.
Bagaimanapun juga, Hakeng mengingatkan, bahwa insiden tabrakan kapal tongkang dengan Jembatan Mahakam adalah momentum penting untuk mereformasi cara kita memandang infrastruktur strategis.
Tidak cukup hanya membangun jembatan yang kokoh, tetapi juga perlu membangun sistem protektif, tata kelola yang adaptif, dan mekanisme kolaboratif lintas sektor.
“Keselamatan dan keberlanjutan bukanlah dua kutub yang bertentangan, melainkan dua pilar yang harus disatukan dalam kebijakan publik. Dengan merancang solusi berbasis teknologi, regulasi yang adil, serta koordinasi yang tangguh, Indonesia bisa menjaga alur logistiknya tetap lancar, infrastrukturnya tetap aman, dan kepercayaan publik terhadap negara tetap terjaga,” imbuh Captn. Hakeng. (flo/jpnn)
Pengamat maritim, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menyebut insiden Jembatan Mahakam tidak bisa hanya dilihat sebagai kecelakaan tunggal.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- PBNU Dinakhodai Mantan Pelaut, Momentum NU untuk Dorong Sektor Maritim Indonesia
- IKAL-Lemhannas Siap Hadirkan Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda
- Mudik 2026: Capt. Hakeng Ungkap Strategi Baru Manajemen Trafik Laut
- Pengamat Maritim Ingatkan Ancaman Baru yang Menghantui Keselamatan Pelaut Indonesia
- LKPP & Menteri AHY Fokus Memperkuat Pembangunan Berkelanjutan
- Capt. Hakeng Desak Transformasi Navigasi di Raja Ampat untuk Jaga Kedaulatan Ekosistem
JPNN.com




