Intelijen dan Parpol Dalam Konsolidasi Demokrasi
Oleh: Benny Sabdo - Anggota Bawaslu DKI Jakarta; Pengasuh Kelas Konsolidasi Demokrasi MT Haryono 52
Jumat, 17 Juli 2026 – 20:08 WIB
Anggota Bawaslu DKI Jakarta; Pengasuh Kelas Konsolidasi Demokrasi MT Haryono 52 Benny Sabdo. Foto: Source for JPNN
Sebaliknya, jika batas-batas tersebut kabur akibat politisasi, maka demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah sejak reformasi menjadi pertaruhan.
Buku ini wajib dibaca oleh para politisi, penyelenggara pemilu, praktisi hukum, serta pemangku kebijakan untuk memastikan arah reformasi intelijen tetap berada pada prinsip demokrasi modern.(fri/jpnn)
Politik elektoral adalah tentang kebisingan dan persepsi publik. Intelijen adalah tentang keheningan dan realitas objektif.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
BERITA TERKAIT
- OSO Soroti Pemangkasan Anggaran untuk Daerah dan DBH
- Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum, Ekspansi Militer ke Ranah Sipil Harus Disetop
- Keluarga Mendiang Dokter Icha Minta Pimpinan Partai Sanksi 3 Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi
- Merespons Pidato AHY, Idrus Golkar Nilai Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Kekuatan Politik
- AHY Klarifikasi Pernyataan Soal Kekuasaan Bukan untuk Selamanya, Ternyata...
- Analisis Andi Widjajanto soal Demokrasi Terpuruk & Publik Kian Tak Puas pada Prabowo
JPNN.com




