IPR Apresiasi Langkah Berani Jaksa Agung dalam Merespons Kasus Febrie
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Indonesian Public Institute (IPR) Iwan Setiawan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait kasus yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian moral, tanggung jawab, dan wujud nyata komitmen pimpinan Kejaksaan Agung dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang transpran serta berorientasi pada pembenahan internal.
"Permintaan maaf yang disampaikan Jaksa Agung Burhanuddin merupakan langkah yang patut diapresiasi. Keberanian seorang pimpinan lembaga untuk mengakui adanya persoalan internal menunjukkan tanggung jawab moral sekaligus komitmen kuat untuk melakukan perbaikan," ujar Iwan dalam keterangannya.
Iwan menilai krisis yang dihadapi saat ini justru harus dijadikan titik balik emas untuk mempercepat reformasi kelembagaan.
Langkah-langkah konkret seperti penguatan pengawasan internal, perbaikan mekanisme promosi jabatan, peningkatan integritas aparat, dan penutupan celah penyalahgunaan wewenang menjadi kunci utama agar Kejaksaan Agung makin profesional.
Guna memastikan agenda pembenahan berjalan tuntas, Iwan menekankan krusialnya dukungan dari Komisi III DPR RI sebagai mitra kerja strategis untuk menjadi benteng penguat institusi.
"Dukungan DPR bukan dalam bentuk pembelaan individu, melainkan penguatan institusi. DPR perlu mengawal agenda reformasi internal melalui fungsi pengawasan yang objektif, kritis, dan konstruktif, memastikan kecukupan anggaran reformasi, serta memberikan dukungan regulasi tanpa mengganggu independensi penegakan hukum," jelasnya.
Selain DPR, Iwan juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjadi pengawas eksternal yang memberikan kontrol sosial positif dan menjaga proses bersih-bersih ini agar berjalan menyeluruh serta tidak tebang pilih berdasarkan prinsip equality before the law.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian moral, tanggung jawab, dan wujud nyata komitmen pimpinan Kejaksaan Agung
- Politikus Golkar Fahd Arafiq Ikut Kena OTT KPK terkait Kasus ATR/BPN
- 3 Pejabat ATR/BPN Terkena OTT, KPK Menyita Uang di Boks, Kardus, dan Koper
- Kasus TPPU Febrie Jadi Pintu Masuk Kejagung Bongkar Jejaring Pemain Internal
- KPK Menggeledah Rumah Mertua Adi Sumarta
- Ada Isu Jual Beli Jabatan Rp 100 Miliar di Kemenkeu, KPK Diminta Bergerak
- Gus Alex Minta Jokowi Dihadirkan di Sidang Korupsi Kuota Haji
JPNN.com




