IPW Soroti Sepak Terjang Oknum Polisi YS Terduga Broker Proyek di Bekasi, Kaya Raya
jpnn.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti sosok oknum polisi bernama Yayat Sudrajat (YS) alias Lippo yang terseret kasus korupsi ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.
Menurut Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri semestinya memeriksa memeriksa YS atas dugaan keterlibatannya dalam praktik rangkap usaha sebagai broker proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Bekasi.
"Bongkar permainan-permainan proyek yang diperantarai oleh Yayat ini. Propam Polri harus periksa Yayat dan memproses dugaan pelanggaran ke sidang kode etik," kata Sugeng dihubungi dari Cikarang, Senin (20/4/2026).
Nama Yayat Sudrajat alias Lippo sebelumnya muncul setelah jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkannya sebagai saksi pada persidangan perkara rasuah ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi yang digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Rabu (8/4/2026).
Pada persidangan itu, YS mengaku sebagai anggota aktif Polri. YS juga membenarkan memperoleh keuntungan dari proyek-proyek yang dikerjakan tersangka atas nama Sarjan.
Konon total fee yang diterima YS berdasarkan perhitungan penyidik mencapai sekitar Rp 16 miliar. Oleh karena itu, Sugeng mendesak KPK terus menindaklanjuti kasus itu.
"KPK juga harus dalami dugaan korupsinya karena ini sudah terbuka," katanya.
Sugeng menyatakan YS turut diduga melanggar hukum sebagai anggota kepolisian dan dapat dijerat dengan dugaan tindak pidana gratifikasi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) jika terbukti menerima keuntungan ilegal.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mendesak Propam Polri memeriksa oknum polisi Yayat Sudrajat (YS) alias Lippo yang diduga broker proyek di Bekasi dan kaya raya.
- Tuntutan Tinggi
- Dunia Hari Ini: Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
- KPK Periksa Saksi FZL Usut Hubungan dengan Wali Kota Madiun Nonaktif
- 2 Warga Tersambar Petir di Tempat Pemakaman Umum Pemalang, 1 Meninggal Dunia
- KPK Butuh Keterangan Heri Black Seusai Geledah Rumahnya
- KPK Bakal Panggil Blueray Cargo dan Bea Cukai
JPNN.com




