Iran Merasa Diperlakukan Berbeda di Piala Dunia 2026
jpnn.com - Piala Dunia 2026 menghadirkan keluhan dari kubu Timnas Iran.
Pelatih Iran Amir Ghalenoei bahkan menyebut anak asuhnya sebagai tim yang paling menderita selama turnamen berlangsung.
Pernyataan itu muncul setelah Iran ditahan imbang Selandia Baru 2-2 pada laga Grup G, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.
Bukan hasil pertandingan yang membuat Ghalenoei kecewa. Pelatih berusia 62 tahun itu justru menyoroti perlakuan yang diterima timnya di luar lapangan.
Iran diketahui menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas selama Piala Dunia 2026. Seusai menjalani pertandingan di Amerika Serikat, mereka berharap bisa bermalam terlebih dahulu sebelum kembali ke kamp.
Namun, rencana tersebut tidak terwujud.
Menurut Ghalenoei, pihaknya mendapat instruksi untuk segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat setelah pertandingan berakhir.
"Begitu pertandingan selesai, kami langsung diminta meninggalkan Amerika Serikat tanpa diberi waktu istirahat," ucap sang entrenador.
Piala Dunia 2026 menghadirkan keluhan dari kubu Timnas Iran. Ada apa? Simak ceritanya di sini.
- Tutup Selat Hormuz, IRGC Ancam Serang Pangkalan Musuh di Timur Tengah
- Pernyataan Thomas Tuchel Setelah Inggris Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026
- Hasil Piala Dunia 2026 Norwegia Vs Inggris: Dramatis & Ada Rekor Manis
- Link Live Streaming Argentina vs Swiss: Lionel Messi cs Dibayangi Ancaman Kejutan
- Link Live Streaming Inggris vs Norwegia: Haaland Siap Ulangi Mimpi Buruk The Three Lions?
- Dibandingkan dengan Haaland, Harry Kane: Kami Bukan Tipe Penyerang yang Sama
JPNN.com




