Iran: Pelanggaran Gencatan Senjata Berulang Oleh AS Merusak Diplomasi
jpnn.com - ISTANBUL - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut Amerika Serikat mengganggu jalur diplomatik melalui pesan-pesan yang bertentangan, perubahan sikap dan tuntutan yang berulang, serta pelanggaran gencatan senjata.
"Sayangnya, Amerika Serikat melalui pesan-pesan kontradiktif yang disampaikannya, perubahan berulang dalam posisi dan tuntutannya, dan yang terburuk pelanggaran gencatan senjata yang berulang, telah merusak proses diplomatik," katanya, Rabu (10/6).
Dia menegaskan bahwa proses diplomasi tidak berlangsung dalam ruang hampa. "Untuk memajukan setiap proses negosiasi atau diplomasi, diperlukan kondisi yang cukup kondusif agar diplomasi dapat berjalan.
Baghaei juga menuduh Israel menghambat diplomasi melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang di Lebanon. "Setiap proses diplomatik akan dirugikan oleh penggunaan kekuatan dan tindakan yang melanggar hukum," katanya.
Baghaei menambahkan bahwa Iran akan meninjau kondisi yang melingkupi negosiasi mendatang berdasarkan perkembangan terbaru, tetapi dia tidak memberikan perincian lebih lanjut. (antara/jpnn)
Iran menyebut AS mengganggu jalur diplomatik melalui pesanyang bertentangan, perubahan sikap dan tuntutan yang berulang, serta pelanggaran gencatan senjata.
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi
- Jateng Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi
- Tak Semua Tentang Juara, Piala Dunia 2026 Menyimpan Banyak Cerita Tak Terduga
- Iran Sesumbar Siap Menyambut Tentara Amerika di Pulau Kharg, Tunggu Tanggal Mainnya!
- Lulusan Awardee Beasiswa BCB Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia
- 2 Tanker Meledak di Hormuz, Iran Malah Sebut Gegara Amerika
- AS Bersiap Melakukan Serangan Militer Berskala Besar ke Iran
JPNN.com




