Minggu, 17 Februari 2019 – 20:40 WIB

Isteri Gus Dur Minta Umat Beragama Bersatu

Rabu, 03 Agustus 2011 – 01:16 WIB
Isteri Gus Dur Minta Umat Beragama Bersatu - JPNN.COM

BOGOR - Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, meminta seluruh umat beragama saling menghormati dan menahan emosi dalam menghadapi masalah. Hal itu disampaikan mantan ibu negara ini dihadapan ratusan santri dan undangan buka bersama, di Yayasan Islam Center (YIC) Al Ghazaly, Jalan Cempaka No 46 Kota Paris, Bogor Tengah, Selasa (2/8) malam.

Pada buka bersama di hari kedua Ramadan itu, Sinta menyempatkan diri memberi tausiyah, bertajuk Berpuasa Perjuangkan dan Pertahankan Keutuhan Bangsa dan Negara. Menurutnya, selama ini masyarakat masih belum bisa mengendalikan emosi dalam menyelesaikan masalah, terutama yang berkaitan dengan hal-hal sensitif seperti perbedaan. Karenanya, ia meminta kepada tamu undangan yang terdiri dari perwakilan lintas agama, untuk mengimplementasikan nilai-nilai puasa dengan menahan nafsu dan emosi sehingga Indonesia menjadi negara kokoh dan kuat.

“Hingga kini masih saja ada kasus perusakan rumah ibadah. Hal ini mencerminkan buruknya pengendalian emosi kita dan masih melakukan tindakan-tindakan anarkis,” kata dia.

Sinta mengatakan, adapun masalah-masalah yang kerap menjadikan rumah ibadah sebagai korban, bukan sepenuhnya permasalahan agama. Ada beberapa kasus yang berawal dari permasalahan sengketa pendapat atau ekses buruk dari pilkada yang berujung pada perusakan rumah ibadah. Sehingga, masalah utamanya adalah pengendalian emosi yang harus dijaga, tanpa membawa bendera agama. “Sebetulnya pemicu masalah itu sepele. Hanya saja perlu pengendalian diri dan sikap saling menghormati dan menghargai agar tak merembet kepada masalah yang lebih luas,” terangnya.

Selain menyoroti masalah-masalah keagamaan, Sinta juga memberi kesempatan tanya jawab kepada para peserta. Sinta menanggapi pertanyaan seorang peserta terkait peranan wanita dalan kehidupan rumah tangga. Menurut dia, wanita merupakan teman setara kaum pria. Namun, selama ini perempuan hanya mendapatkan haknya sekitar 20 persen dan sisanya melakukan kewajiban sebesar 80 persen. “Padahal seharusnya wanita memiliki share yang seimbang dengan laki-laki. Sayangnya, perempuan tidak mengerti hak dan kewajiban seutuhnya,” ucap Sinta.

Menutup Tausiyah, Sinta mengingatkan pentingnya kebersamaan dan sikap saling menghormati antar umat beragama. Untuk menjaga keutuhan NKRI, ia meminta tamu undangan yang terdiri dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor, Gereja Kristen Indonesia (GKI), NU Kota Bogor dan GP Ansor untuk memupuk rasa persaudaraan dan kemanusiaan. (ric)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar