Istri Mengadu, Sandi Langsung Mendatangi Mbak Fitrianti, Crass, Banjir Darah

Istri Mengadu, Sandi Langsung Mendatangi Mbak Fitrianti, Crass, Banjir Darah
Korban Fitrianti ketika diinterogasi polisi, Minggu (26/09). Foto: mizon/palpos.id

jpnn.com, PALEMBANG - Seorang pria bernama Sandi alias Alabuk, 20, harus berurusan dengan polisi gegara membacok Fitrianti, 21, tetangganya sendiri.

Sandi nekat membacok Fitrianti setelah sang istri mengadu terlibat keributan dengan korban.

Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka robek di tangan kanan dan harus mendapat 13 jahitan.

Tak terima putrinya dibacok, ibu korban Sri Handayani, 55, warga Jalan Kadir TKR, Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, melapor ke SPKT Polrestabes Palembang.

Menurut laporan Sri Handayani, penganiayaan terhadap putrinya terjadi, Sabtu (25/9), sekitar pukul 11.15 WIB. Saat itu korban berkunjung ke rumah bibinya, Nuryati, 40, yang tak jauh dari rumahnya, dan bertemu dengan istri pelaku.

“Kebetulan pelaku juga tinggal di Lorong Jambu. Waktu anak saya main ke rumah bibinya bertemu dengan istri Sandi, dan mereka terlibat cekcok mulut. Lalu dia mengadu kepada Sandi, katanya sakit hati dengan perkataan anak saya,” ungkap Sri.

Tak lama kemudian, pelaku mendatangi rumah Nuryati sambil membawa golok dan langsung membacok korban.

“Saya tidak terima, seharusnya dia menengahi permasalahan istrinya dengan anak saya, bukan malah memakai kekerasan. Dia itu laki-laki, dan anak saya ribut dengan istrinya,” ucapnya.

Seorang pria bernama Sandi alias Alabuk, 20, harus berurusan dengan polisi gegara membacok Fitrianti, 21, tetangganya sendiri.