Isu Reshuffle Kabinet Mencuat Pasca-Kasus Silmy Karim, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto belum berencana melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.
Pernyataan ini merespons isu perombakan pasca-kosongnya kursi Wamenimipas akibat kasus hukum Silmy Karim, serta lowongnya posisi Wamentan setelah Sudaryono dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Belum, belum. Sampai hari ini belum ada rencana untuk adanya reshuffle," kata Juru Bicara Presiden itu dalam jumpa pers usai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Prasetyo menyampaikan jika pun ada rencana reshuffle, Presiden akan memprioritaskan pengisian jabatan yang saat ini masih kosong.
Kursi Wamenimipas belum terisi sejak Silmy Karim ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan pemerasan pada Juni 2026 lalu.
Sementara itu, Sudaryono diangkat menjadi pucuk pimpinan BGN pada akhir Juli 2026 menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri.
Seusai dilantik, Sudaryono memastikan dirinya melepaskan jabatan Wamentan agar tidak terjadi rangkap jabatan. Hingga kini, belum ada nama baru yang mengisi jabatan tersebut.
Sebelumnya, Prasetyo telah menegaskan bahwa Presiden belum berencana melakukan perombakan Kabinet Merah Putih, meski evaluasi kinerja para menteri terus berjalan.
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto belum berencana melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.
- 6 Poin Hasil Pertemuan 10 Pimpinan Forum PPPK & PPPK Paruh Waktu, Dasco, Mensesneg
- 5 Berita Terpopuler: Batalkan Demo 7 September, Data PPPK Sudah di Tangan Dasco dan Mensesneg, Sindiran Terbuka Muncul
- Data PPPK-PPPK Paruh Waktu Versi AMP Sudah di Tangan Dasco dan Mensesneg, Alhamdulillah
- Rumor Haji Isam Pimpin Penanganan Karhutla Dipastikan Hoaks, Ini Penjelasan Mensesneg
- 4 Korporasi Tengah Diselidiki Terkait Karhutla di Kalimantan Barat
- 11.500 Warga Hadiri Upacara HUT RI di Istana Negara, Mensesneg: Maaf Untuk yang Belum Beruntung
JPNN.com




