Jaga Stabilitas Rupiah, Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah mulai mengambil langkah untuk membantu Bank Indonesia menstabilkan rupiah, pada Rabu (13/5).
Purbaya menekankan pemerintah akan melakukan intervensi penguatan rupiah dengan menahan gejolak di pasar obligasi agar tidak lagi ada investor asing kabur dari Indonesia.
Menurut Purbaya, kondisi pasar obligasi yang terkendali akan mencegah fenomena panik jual atau gejolak nilai tukar.
"(Investor) enggak takut kehilangan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Itu hitungan saya," kata Purbaya di kantor Kejagung RI, Jakarta Selatan.
Menkeu Purbaya memproyeksikan langkah pemerintah ini akan membuat pasar obligasi menguat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan capital gain.
Purbaya menilai investor tidak hanya akan mendapat imbal hasil (yield), tetapi juga keuntungan dari penjualan aset dengan harga yang lebih tinggi.
Upaya menarik investor masuk ke pasar obligasi Tanah Air ini diperkirakan dapat menjaga stabilitas rupiah.
"Biasanya mereka suka. Itu yang keluar-keluar mereka masuk ke situ. Kita akan jaga stabilitas di bond market," imbuhnya.
Menkeu Purbaya menyatakan pemerintah mulai mengambil langkah untuk membantu Bank Indonesia menstabilkan rupiah.
- Pelemahan Rupiah Otomatis Menekan Industri Otomotif Nasional, Pakar Beri Penjelasan
- Investor Suka dengan Kenaikan Pertamax, Kurs Rupiah Menguat 158 Poin
- BI-Rate Mendadak Naik Jadi 5,5 Persen, Pengamat Berkomentar
- Kurs Rupiah Dibuka Menguat 54 Poin, Posisi USD Berada di Rp Rp 18.188
- Purbaya Bicara soal Krisis Ekonomi 1998, Kalimatnya Tegas
- Begini Strategi Purbaya Bikin Masyarakat Hidup Enak, Cek
JPNN.com




