Jenderal Suyudi Diharapkan Mampu Hapus Kultur 'No Viral No Justice' dan Pungli
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman berharap Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto, mengembalikan Polri sebagai institusi yang melayani rakyat dan menghapus budaya no viral no justice.
"Harapan kami, Kapolri baru harus berani menghapus kultur ‘no viral no justice’, serta tegakkan zero tolerance untuk pungli, pemerasan, dan backing,” kata Benny kepada awak media, Sabtu (3/10).
Legislator fraksi Demokrat itu berharap Jenderal Suyudi bisa mempercepat pembentukan Peradilan Pidana yang independen untuk anggota Polri.
"Jangan hanya Sidang Etik saja,” katanya.
Benny pun menekankan pentingnya Polri menerapkan penegakan hukum yang tajam ke atas, tetapi humanis ke bawah.
“Rakyat melihat selama ini hukum kita tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kasus besar seperti judi online, narkoba jaringan, tambang ilegal, TPPO, seringkali hanya eksekutor yang ditangkap,” ujar Benny.
Dia mengatakan Jenderal Suyudi harus berkomitmen untuk mengungkap kasus besar seperti judi online, tambang ilegal, dan tak represif ke rakyat.
"Kami meminta komitmen Kapolri baru untuk berani mengungkap aktor intelektual, dan stop pendekatan represif untuk masyarakat kecil (petani, pengemudi ojol, aktivis),” ujarnya. (ast/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman berharap Kapolri Jenderal Suyudi mengembalikan muruah Polri dalam penegakan hukum.
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan
- Polri Tetapkan 3 Tersangka Baru Kecelakaan KM Virgo Transport 8
- Prabowo Minta Kekuatan TNI-Polri Ditingkatkan, Ingatkan Perang Hybrid Gunakan Drone
- Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat untuk 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana
- Rocky Gerung
- AKBP Muhammad Anton Pecat Tiga Polisi, Kesalahannya Fatal
- Bea Cukai dan Polri Gagalkan Peredaran 3,17 Kg Sabu-Sabu di Perairan Pulau Burung
JPNN.com




