Jerat Bupati Muara Enim Edison, KPK Sebut OTT Terkait Proyek Pengadaan Pemkab
jpnn.com, MUARA ENIM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim Edison berkaitan erat dengan dugaan suap pengadaan proyek di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.
Dalam operasi senyap ini, lembaga antirasuah tersebut mengamankan total 10 orang yang terdiri dari perimbangan unsur pejabat daerah dan pihak swasta.
“Terkait pengadaan-pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut Budi menjelaskan sejumlah penyelenggara negara yang ditangkap dalam OTT tersebut diduga menerima uang dari pihak swasta terkait pengadaan di Pemkab Muara Enim.
Sebelumnya, KPK mengumumkan menangkap sepuluh orang dalam OTT di Sumsel, yakni terdiri atas lima unsur Pemkab Muara Enim dan lima pihak swasta.
KPK juga mengumumkan salah satu dari sepuluh orang yang ditangkap tersebut adalah Bupati Muara Enim Edison.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Adapun OTT tersebut merupakan yang ke-12 yang dilakukan KPK selama 2026.(antara/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
KPK mengonfirmasi bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim Edison berkaitan erat dengan dugaan suap pengadaan proyek.
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean
- Usulan KPK, Biaya Alat Peraga Kampanye Peserta Pemilu Dibiayai Pemerintah Saja
- KPK Usul Kampanye Akbar Pemilu Ditinjau Lagi Demi Mencegah Korupsi
- Kuasa Hukum Oggy Kritik Ahli Soal Penghitungan Kerugian Negara
- Para Bintang Tangani Kasus Febrie, Ada Muhibuddin yang Berpengalaman 10 Tahun di KPK
- Tekan Risiko Korupsi, KPK Minta Pemerintah Sediakan Alat Peraga Kampanye
- Pemkab Muara Enim Hentikan Rekrutmen PPPK, Jadi ASN Baru Hanya lewat Seleksi CPNS
JPNN.com




