Jika Formasi PPPK 2021 Didominasi Guru Swasta & PPG, Protes Bakal Menggelegar

Jika Formasi PPPK 2021 Didominasi Guru Swasta & PPG, Protes Bakal Menggelegar
Dewan Pembina Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK21) Titi Purwaningsih bicara soal seleksi PPPK 2021. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pelaksanaan tes PPPK guru 2021 tahap II dan III dikhawatirkan akan memicu masalah baru.

Dewan Pembina Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan masalah baru itu bakal muncul bila yang mengisi formasi PPPK 2021 didominasi guru swasta dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG).

"Sejak awal sebelum seleksi saya sudah bisa menduga hal ini akan terjadi. Dan ternyata terbukti, kan?" kata Titi kepada JPNN.com, Jumat (22/10).

Dia menyebutkan guru swasta dan lulusan PPG sudah memiliki sertifikat pendidik. Otomatis mereka mengantongi nilai afirmasi kompetensi teknis 500 poin.

Hal ini, lanjut Titi, sangat tidak adil kalau kemudian mereka diadu dengan guru honorer di sekolah negeri yang rerata tidak punya Serdik. 

"Betul guru honorer sekolah negeri dikasih afirmasi, tetapi tidak sebesar guru swasta dan lulusan PPG. Tidak imbang toh, jadi letak adilnya di mana?" serunya.

Titi mempertanyakan tujuan sebenarnya pemerintah merekrut satu juta guru PPPK, yang disebut untuk memuliakan guru honorer. 

Guru honorer di sekolah negeri memang diberikan kesempatan tiga kali tes. Namun, dari penilaian Titi itu malah menjadi jebakan bagi guru honorer. Sebab, di tes tahap II dan III berkompetisi dengan saingan para pelamar yang sudah beserdik. 

Formasi PPPK 2021 yang mengakomodir guru swasta dan PPG dikhawatirkan akan memicu masalah baru dan gelombang protes makin meluas