Joko Soroti Kasus Asusila Oknum Polisi NTB terhadap Siswi SMA dan Mahasiswi
jpnn.com - Pengamat hukum Joko Jumadi menyoroti munculnya sejumlah kasus asusila terhadap anak yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Joko, kasus pertama, terkait dugaan pelecehan seksual oleh oknum anggota Brimob Polda NTB yang kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak pada Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mataram.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram itu memberikan perhatian terhadap kasus tersebut saat dirinya memeriksa kondisi psikologis korban yang masih berstatus pelajar pada salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Lombok Barat.
"Jadi, laporan yang di Polresta Mataram ini datang dari keluarga korban, lalu ditindaklanjuti oleh kepolisian dengan meminta bantuan LPA untuk pemeriksaan psikologis korban," kata Joko.
Dari pemeriksaan, dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram ini itu mendapatkan informasi perihal perbuatan asusila yang diduga dilakukan oknum polisi tersebut.
Menurut dia, perbuatan terduga pelaku yang melakukan persetubuhan dengan korban, sudah memenuhi unsur pelanggaran asusila terhadap anak.
"Itu ada videonya. Itu (tempus kejadian) tahun lalu," ucap Joko yang juga aktif dalam Koalisi Anti Kekerasan Seksual NTB tersebut.
Sebagai pengamat hukum yang menaruh perhatian terhadap kasus-kasus asusila, Joko menerangkan bahwa dalam aturan hukum sudah menjelaskan, tidak harus ada syarat ancaman terhadap korban kekerasan seksual anak agar suatu peristiwa pidana dapat terpenuhi.
Pengamat hukum Joko Jumadi menyoroti sejumlah kasus asusila terhadap anak dan mahasiswi yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
- Begal Payudara yang Menyasar Pelari di Pekanbaru Ditangkap Polisi
- Terdakwa Korupsi Sarung dan Mukena di NTB Dituntut 1 Tahun Penjara
- Resmikan Sekretariat PW MA NTB, Jazuli Teguhkan 3 Risalah Perjuangan untuk Indonesia & Dunia
- Debt Collector Penganiaya 2 Anggota Brimob di Serang Ditangkap Tim Polda Banten
- Polisi Usut Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah
- Wasekjen PBNU: Kasus Kekerasan Seksual Oknum Ponpes Tak Mewakili Wajah Pesantren
JPNN.com




