Judi Ferry

Oleh: Dahlan Iskan

Judi Ferry
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

Jalan baru dengan birokrasi lama. Tidak akan cocok untuk ambisi baru. Dinas-dinas koperasi di daerah sudah lama dipakai untuk "tempat pembuangan" karier.

Baca Juga:

Saya justru terpikir ini: kalau badan pengelola haji diubah jadi kementerian, bagaimana kalau Kementerian Koperasi justru diubah menjadi badan pengelola. Kementeriannya dibubarkan. Dinas-dinas koperasi dihapus.

Badan Pengelola dikhususkan mengurus Koperasi Merah Putih. Koperasi yang ada akan bisa berjalan sendiri, bahkan akan lebih bebas berkembang tanpa dinas dan Kementerian Koperasi.

Ferry Irwandi, YouTuber–pedemo–ekonom pujaan Anda itu, punya teori "keterbatasan" dalam pembangunan ekonomi.

"Keterbatasan" itu bertabrakan langsung dengan "keinginan" –yang tanpa batas. Banyak keinginan tidak terlaksana akibat keterbatasan.

Jalan keluarnya, kata Ferry yang Irwandi, hanya tiga: efisiensi, inovasi, dan skala prioritas.

Saya melihat program ambisius Koperasi Merah Putih dicetuskan dalam keadaan serba-keterbatasan itu: sumber daya manusianya, sumber daya alam sekitarnya, dan terutama keterbatasan waktu untuk mencapainya.

Maka, agar keinginan tercapai, tiga jalan keluar untuk mengatasi keterbatasan itu harus dilakukan serentak. Itu pun tidak bisa maksimal.

Kursi Ferry Juliantono panas karena ia menggantikan Budi Arie –yang sering dipelesetkan menjadi Judi Arie. Pemelesetan itu sendiri sudah membuat sekian orang...

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News