Jumlah Publikasi Ilmiah Indonesia Salip Singapura

Jumlah Publikasi Ilmiah Indonesia Salip Singapura
Menristekdikti Mohamad Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (29/1). Foto: Humas Kemensristekdikti

"Ini merupakan pencapaian yang sangat bagus bagi Indonesia. Namun permasalahannya jumlah publikasinya meningkat drastis, tapi sitasinya menurun. Untuk itu kualitas dari jurnal-jurnal yang ada di Indonesia harus didorong terus agar makin baik," ungkap Nasir, Rabu (11/4).

Kualitas dari sebuah riset dapat dilihat dari kualitas publikasi ilmiahnya. Salah satu indikator dari kualitas publikasi yaitu indeks sitasi atau banyak tidaknya oeneliti lain yang mengutip publikasi ilmiah tersebut. Indeks sitasi yang tinggi mencerminkan tingkat kualitas dari sebuah riset yang tinggi pula.

Dengan adanya momentum ini, Nasir mengingatkan agar para akademisi dan peneliti tidak hanya mengejar kuantitas namun juga diharapkan dapat menjaga kualitas publikasi ilmiahnya.

Tentu publikasi bukan merupakan satu satunya ukuran riset, tetapi kemanfaatan kepada masyarakat lah yang menjadi acuan utamanya. Untuk itu, program untuk mendorong agar hasil riset dimanfaatkan oleh masyarakat juga terus didorong, antara lain melalui pengabdian kepada masyarakat.

"Tahun ini program-program seperti itu dilakukan di berbagai tempat dengan berbagai skema sebanyak dua ribuan lebih. Semoga program-program tersebut semakin mendapat perhatian kami bersama," pungkas Nasir. (esy/jpnn)

 


Kemenristekdikti terus menggenjot peningkatan jumlah publikasi ilmiah Indonesia dan sudah mulai kelihatan hasilnya.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News