Jurnalis dan Staf ABC News Australia Mogok Kerja 24 Jam Usai Menolak Tawaran Gaji Perusahaan
Direktur kantor berita Australian Broadcasting Corporation (ABC) meminta maaf kepada pembaca dan audiens setelah lebih dari 1.000 jurnalis dan staf mogok kerja selama 24 jam karena masalah gaji dan kondisi kerja.
Dalam pemungutan suara yang diselenggarakan manajemen ABC, mayoritas staf menolak tawaran gaji terbaru, yang membuka jalan aksi mogok kerja.
Hingga Kamis (26/03) pukul 11 waktu Sydney dan Melbourne, konten BBC akan menggantikan siaran langsung program TV ABC, dengan program TV dan radio unggulan 7.30, AM, PM, The World Today, dan Radio National Breakfast berhenti tayang.
Namun, siaran darurat akan tetap mengudara.
Tawaran gaji terbaru mencakup kenaikan gaji 3,5 persen pada tahun pertama dan 3,25 persen pada dua tahun berikutnya.
Tawaran tersebut juga mencakup bonus A$1.000 (Rp11,8 juta) untuk semua staf tetap dan kontrak, dalam perjanjian tawar-menawar perusahaan (EBA).
Sebanyak 60 persen staf yang berpartisipasi memberikan suara "Tidak" atau menolak tawaran tersebut.
Dalam wawancara di siaran radio 702 ABC Sydney pada Rabu pagi (25/03), direktur ABC Hugh Marks menyayangkan negosiasi gaji yang sampai di titik ini.
Para jurnalis dan staf yang menolak tawaran gaji terbaru dari media ABC News Australia melakukan mogok kerja selama 24 jam, dengan konten BBC akan mengisi siarannya
- Dunia Hari Ini: Nasionalis Israel Berarak-arakan Peringati Aneksasi Yerusalem Timur
- Dunia Hari Ini: Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
- Reaksi Pemilik dan Penyewa Rumah Asal Indonesia Soal Anggaran Australia
- Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Pengumuman Anggaran Australia
- Dunia Hari Ini: Jasad Pendaki Ditemukan saat Gunung Dukono Kembali Erupsi, Jalur Ditutup
- Kopi Ala Melbourne Marak di Indonesia, Ini Kata Pencipta Tiger Bomb dan Mont Blanc
JPNN.com




