Rabu, 19 Juni 2019 – 11:49 WIB

Justice For Audrey: Lima Poin Catatan Psikolog Forensik Reza Indragiri

Rabu, 10 April 2019 – 13:30 WIB
Justice For Audrey: Lima Poin Catatan Psikolog Forensik Reza Indragiri - JPNN.COM

Reza Indragiri Amriel. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel ikut mengomentari kasus penganiyaan terhadap Audrey, 14, siswi SMP di Pontianak yang dikeroyok 12 remaja putri berstatus pelajar SMA. Yang menarik perhatian Reza adalah petisi #JusticeForAudrey mengalir deras.

"Petisi untuk Audrey mengalir deras. Persoalannya, apa tuntutan konkret dalam petisi tersebut? Saya tidak temukan," kata Reza dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, Rabu (10/4).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), lanjutnya, mewanti-wanti pentingnya antara lain penegakan UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Sebuah pandangan normatif yang justru sewajarnya dibaca dengan kerut dahi.

BACA JUGA: Justice for Audrey: Detik – detik Rambut Siswi SMP itu Ditarik, Lantas…

Pertama, sepakatkah kita bahwa filosofi rehabilitatif dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak malah membuat hukum tampak melembek di mata anak-anak yang tabiatnya kian lama kian mengeras?

Kedua, sepakatkah kita bahwa sebutan juvenile delinquency (kenakalan remaja) - walau terkesan humanis - namun malah mengecilkan bobot keseriusan masalah? Jika ya, gunakan istilah criminal delinquency.

Ketiga, filosofi rehabilitatif membutuhkan kolaborasi antara institusi penegakan hukum dan institusi-institusi selain itu. Sepakatkah kita bahwa ketika filosofi rehabilitatif tersebut diterapkan, faktanya kesiapan multisektor, multikementerian, multilembaga masih belum sepenuhnya bisa diharapkan?

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar