Kabar Baik dari Rupiah, Alhamdulillah Moncer
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan Kamis bergerak menguat 84 poin atau 0,47 persen.
Penguatan membawa rupiah berada di level Rp 17.679 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.763 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan.
“Data ketenagakerjaan swasta AS lebih lemah dari perkiraan, sehingga ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed kembali menjadi perhatian,” ujar Amru di Jakarta, Kamis.
Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta bertambah 38 ribu pada Agustus, berada di bawah perkiraan 47 ribu dan angka kenaikan sebelumnya sebesar 46 ribu.
Di sisi lain, lanjut Amru, harga minyak yang mulai terkoreksi dari level tingginya turut mengurangi tekanan terhadap mata uang kawasan.
Dia berpendapat sentimen negatif dari eskalasi konflik AS-Iran belum menjadi faktor yang dominan terhadap pergerakan rupiah.
Kendati konflik tersebut meningkatkan ketidakpastian dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, USD disebut justru mengalami koreksi. Indeks DXY bergerak melemah di area 99,27, sehingga memberikan ruang bagi rupiah dan sejumlah mata uang Asia untuk menguat.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan Kamis bergerak menguat 84 poin atau 0,47 persen.
- Rupiah Menguat 13 Poin, USD Berada di Level Rp17.900
- Analis Ungkap Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah Mengancam Rupiah
- Dipantau Investor, Karhutla Berpengaruh Pada Kurs Rupiah
- Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Pekan Ini
- Iran-Amerika Tegang, Apa Kabar Kurs Rupiah Hari Ini?
- Rupiah Kembali Melemah Dipincu Ancaman Militer AS
JPNN.com




