Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Pekanbaru, Tembus 300 Pasien per Hari
jpnn.com, PEKANBARU - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau.
Kasus ISPA yang sebelumnya rata-rata berada di angka sekitar 100 pasien per hari kini meningkat hingga kisaran 300 kasus per hari.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan peningkatan tersebut menjadi perhatian serius, mengingat kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berfluktuasi akibat paparan asap Karhutla.
“Ada peningkatan kasus ISPA, dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari,” kata Dedy Sambudi, Jumat (4/9).
Berdasarkan data akumulatif Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sebanyak 706 warga tercatat menderita ISPA selama masa tanggap darurat Karhutla.
ISPA menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat dalam periode tersebut.
Namun, dampak kabut asap tidak hanya menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan.
Dinas Kesehatan juga menemukan sejumlah penyakit lain yang diduga berkaitan dengan memburuknya kualitas udara.
Kasus ISPA yang sebelumnya rata-rata berada di angka sekitar 100 pasien per hari kini meningkat hingga kisaran 300 pasien per hari
- Imbas Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan di Palu Batal
- Kritik Penanganan Karhutla oleh Pemerintah, WALHI: Masih Sangat Jauh dari Harapan
- Gegara Karhutla, 2 Penerbangan di Bandara Soetta Dibatalkan
- Akademisi Papua Mervin Komber Sebut Ribuan Titik Api Kepung Merauke Hingga Sorong
- Upaya Memadamkan Kebakaran Hutan dengan 'Dry Ice' Dimulai di Sumatera Selatan
- Urus Karhutla di Kalteng, Pemerintah Gelar OMC, Pesawat Diterbangkan dari Kalsel
JPNN.com




