KADIN Institute Sebut MBG Bisa Transformasi Ekonomi Nasional
Beberapa studi memperkuat pernyataan Mulya tersebut. LabSosio-LPPSP FISIP UI misalnya, yang melakukan penelitian terkait program MBG, menjelaskan bahwa para orang tua siswa yang disurvei umumnya memberikan penilaian yang sangat positif terhadap program ini.
Kehadiran MBG dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga dan menghemat uang jajan anak. Bagi orang tua yang sibuk bekerja di pagi hari, program ini menjadi solusi praktis yang memastikan anak-anak mereka tidak kelaparan dan tetap mendapatkan akses makanan bergizi di sekolah.
“Hampir separuh murid, 48,5% siswa, mengaku jarang atau bahkan tidak pernah sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Dengan begitu 85,8% siswa selalu menghabiskan makanan MBG yang disajikan,” ungkap Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI Dr. Hari Nugroho.
Sejalan dengan itu, Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) baru-baru ini juga melakukan penelitian terkait MBG yang berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga dan anak penerima manfaat.
"Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ungkap Peneliti RISED M. Fajar Rakhmadi.
Sejalan dengan temuan RISED, Indikator Politik juga mengumumkan hasil survei serupa yakni, 12,2% masyarakat sangat puas dengan MBG, serta 60,6% masyarakat cukup puas dengan program MBG.
Intervensi pemerintah dalam memberikan makanan bergizi memang berdampak langsung pada konsentrasi belajar dan kualitas ilmu yang diserap siswa. Inilah fondasi utama untuk menciptakan SDM unggul di masa depan.
“Program ini adalah investasi jangka panjang. Meski manfaat kualitas sumber daya manusia (SDM) baru akan terasa 5 hingga 15 tahun ke depan,” kata Mulya Amri. (rhs/jpnn)
Di mata KADIN Indonesia, program MBG adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru yang sedang mengubah lanskap bisnis di daerah.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Gubernur Luthfi: Evaluasi MBG di Jateng Perlu Libatkan Pemerintah Daerah
- Apresiasi Pengangkatan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN, Relawan Emak-Emak Prabowo Dorong Program MBG Tepat Sasaran
- Efek OECD Memangkas Proyeksi RI, Rupiah Menguat Terbatas Terhadap USD
- Kawal Program Prabowo, Nofalia Heikal Safar Siap Akselerasi Program MBG
- KRAy Intan: Program MBG Harus Jadi Instrumen Keadilan Sosial, Jangan Jadi Proyek Elite dan Bancakan Anggaran
- Dana dari BGN Belum Cair, Satu SPPG di Bandung Hentikan Operasional MBG
JPNN.com




