Kampus Uka-uka, Siang Hari Terkesan Angker, Apalagi Malam

Kampus Uka-uka, Siang Hari Terkesan Angker, Apalagi Malam
Menristekdikti Mohamad Nasir mengunjungi Marine Science and Techno Park (MSTP) Undip) di Pantai Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jateng, Jumat (29/12). Foto: Mesya Mohamad/JPNN.com

jpnn.com - Harusnya keberadaan kampus ini menjadi kebanggaan masyarakat Teluk Awur, Jepara, Jateng. Namun, entah mengapa oleh masyarakat sekitar, kampus ini malah disebut kampus uka-uka.

Mesya Mohamad – Jepara

KAMPUS Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro (Undip) Teluk Awur Jepara sangat luas. Luasnya sekitar 32 hektare. Kampus ini pun sangat sejuk karena banyak ditumbuhi pohon-pohon rindang.

Sepintas dari depan, gedung ini tidak kelihatan seperti kampus. Lantaran penghuninya tidak sebanding dengan luasnya kampus.

Mungkin itu pulalah yang membuat warga sekitar menyebutnya sebagai kampus uka-uka. Menurut sejumlah penduduk, kampus itu terlihat angker saat malam hari. Bahkan di siang hari pun kesan angker tetap kuat.

Gelar Kampus Uka-uka ini juga diakui Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama. "Kampus ini dibilang kampus uka-uka. Namun, bukan itu yang saya khawatirkan. Yang saya risau bila kampus ini menjadi lokasi perbuatan yang tidak baik," ujar Prof Yos saat menerima kunjungan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir, Jumat (29/12).

Kekhawatiran rektor Undip ini memang wajar. Selain kampusnya sepi, banyak ruang yang bisa membuat orang berbuat hal tidak senonoh.

Menghilangkan image kampus uka-uka, di lokasi ini pun dibangun Marine Science Techno Park (MSTP) Undip.

Masyarakat sekitar menyebut kampus Undip di Teluk Awur Jepara itu sebagai kampus uka-uka karena kesan angker begitu kuat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News