Kangkung Babi
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - Ini kali kedua saya ke bandara jalan kaki. Di Wamena, Papua. Bandaranya memang hanya sekitar 600 meter dari hotel: Grand Baliem.
Jalan kaki pertama saya, sudah lama nan lalu. Di Samarinda. Rumah saya persis di sebelah bandara Temindung. Belum ada pagar permanen waktu itu. Pagarnya masih asal-asalan –yang jarak antar kayunya cukup untuk di-blusuki satu badan.

Tidak lama setelah pagar permanen dibangun, pagar itu seperti mengusir bandaranya: pindah ke lokasi ke nun jauh.
Bandara Wamena masih di lokasi yang lama. Tetapi terminalnya sudah diperbesar –tidak sebagus yang pernah diberitakan.
Ruang tunggunya penuh –lebih 100 orang. Tepat pukul 10.00, tanpa pengumuman apa pun, berkumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Semula saya tidak sadar ada lagu itu –karena sedang asyik ngobrol. Saya lihat banyak orang tiba-tiba berdiri. Lalu yang lain ikut berdiri.
Saya pun ikut berdiri. Demikian juga orang Papua yang saya ajak ngobrol di ruang tunggu itu.
Meski di hampir tiap rumah di desa punya peliharaan babi, tetap saja Wamena kekurangan daging babi. Harus ada babi yang naik pesawat ke Wamena.
- Gus Ipul Apresiasi HKBP Beri Layanan Keagamaan Inklusif Penyandang Disabilitas
- Gus Ipul Minta Program Kemensos Selaras dengan 3 Mandat Presiden
- Iris Istri
- Kini Ada 2 Wakil Menhan, Brigjen TNI Rico Bilang Memang Dibutuhkan
- PLN Transisi
- Mayoritas Responden Tolak MBG dan KDMP, Prabowo Diminta Mengevaluasi Program Unggulan
JPNN.com




