Kapasitas Besar, Permintaan Biodiesel Minim

Kapasitas Besar, Permintaan Biodiesel Minim
Kapasitas Besar, Permintaan Biodiesel Minim
JAKARTA - Minat investor untuk mengembangkan industri biodiesel relatif rendah. Di antara 22 perusahaan yang tercatat menggeluti bisnis tersebut, saat ini hanya lima yang memiliki kontrak dengan Pertamina. Sisanya menyuplai keperluan ekspor ke sejumlah negara.

Wakil ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Immanuel Sutarto mengatakan, minat berinvestasi di industri biodiesel memang tidak terlalu besar. Padahal, konsep biodiesel mendukung penggunaan energi terbarukan. "Sampai saat ini hanya lima perusahaan yang aktif berproduksi karena sudah terikat kontrak dengan Pertamina," katanya di sela acara Forum Bisnis InfoSawit di Hotel Borobudur kemarin (15/11).

Salah satu penyebab minimnya minat investor menanamkan dana di bidang biodiesel adalah rendahnya permintaan konsumen. Akibatnya, kapasitas terpasang tiap produsen tidak maksimal. "Kapasitas besar, tapi realisasi sesuai permintaan tidak sebanyak itu," ungkapnya.

Dia menyebutkan, kapasitas pabrik terus mengalami peningkatan tiap tahun. Bahkan, tahun ini ada satu perusahaan biodiesel yang melanjutkan pembangunan pabrik miliknya. Total kapasitas pasokan tahun ini diperkirakan bisa mencapai 3,9 juta KL, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 2,9 juta KL. Tahun depan, kapasitas produksi diperkirakan mencapai 4,4 juta KL. "Yang jadi masalah, realisasi produksi berdasar permintaan tidak sebesar itu," kata Sutarto.

JAKARTA - Minat investor untuk mengembangkan industri biodiesel relatif rendah. Di antara 22 perusahaan yang tercatat menggeluti bisnis tersebut,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News