Kapolda Riau Murka, Sebut Perusakan Mangrove Kejahatan terhadap Negara
jpnn.com - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyatakan sikap tegas terhadap maraknya perusakan hutan mangrove di pesisir timur Sumatra.
Dia menyoroti dugaan keterlibatan cukong atau pengusaha arang yang berada di balik aktivitas penebangan mangrove secara masif.
Menurut Irjen Herry, praktik tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam masa depan bangsa dan kedaulatan negara.
“Saya tidak akan mentolerir siapa pun yang merusak hutan mangrove demi kepentingan pribadi. Ini bukan hanya kejahatan lingkungan, tetapi juga kejahatan terhadap negara dan masa depan anak cucu kita,” tegasnya Senin (27/4).
Irjen Herry menilai, aktivitas penebangan mangrove untuk bahan baku arang berlangsung secara sistematis dan diduga melibatkan jaringan pengusaha besar yang mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Kerusakan mangrove tersebut berdampak luas terhadap ekosistem pesisir, mulai dari hancurnya habitat biota laut hingga meningkatnya abrasi, intrusi air laut, dan banjir rob.
Kondisi ini juga berpotensi mengancam garis pantai serta titik dasar negara yang berkaitan langsung dengan batas wilayah Indonesia.
Data menunjukkan, dampak kerusakan mangrove di Riau sudah cukup mengkhawatirkan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyoroti dugaan keterlibatan cukong atau pengusaha arang di balik aktivitas penebangan hutan mangrove secara masif.
- Polda Riau Buru Perusak Cagar Biosfer Giam Siak Kecil
- Polda Riau Bongkar Perusakan Mangrove, Ahli Lingkungan: Penebangan Bisa Kurangi ZEE Indonesia
- Polda Riau Tangkap 2 Cukong Perusak Mangrove di Meranti Setelah Ultimatum Irjen Herry
- Kapolda Riau Apresiasi Keberanian Ibu-ibu Panipahan Melawan Peredaran Narkoba
- Pentingnya Restorasi Bakau untuk Pemulihan Lingkungan di Wilayah Pesisir Pantai
- Kapolda Riau: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla
JPNN.com




