Kapolda Sumbar Pimpin Salat Jenazah, Doa untuk Korban Bencana Menggema di Masjid Raya
jpnn.com, PADANG - Langit mendung dan hujan yang tak henti menyelimuti Kota Padang seolah turut berduka.
Di Masjid Syekh Al Minangkabawi, 24 jenazah tanpa identitas, korban banjir bandang dan tanah longsor, disalatkan sebelum dimakamkan secara massal.
Hanya nomor dan asal daerah yang tertulis pada nisan mereka. Prosesi penghormatan terakhir itu dihadiri ratusan orang, mulai dari masyarakat, TNI, Polri, ASN, hingga relawan.
Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta langsung memimpin salat jenazah.
“Hingga Kamis siang, korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor berjumlah 238 jiwa. Dari angka itu, sebanyak 24 orang tidak diketahui identitasnya,” ujar Kapolda usai memimpin salat.
Meski tim Disaster Victim Identification (DVI) telah melakukan berbagai upaya, termasuk pencocokan visual dan pengambilan sampel DNA, identitas ke-24 korban tersebut belum terungkap.
“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, silakan datang ke posko DVI terdekat untuk melapor,” imbau Gatot. Polri juga membuka layanan pengaduan melalui nomor telepon 110.
Ke-24 jenazah tersebut terdiri dari 17 orang dari Kabupaten Agam, enam dari Kabupaten Padang Pariaman, dan satu dari Kota Padang Panjang.
Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta langsung memimpin salat jenazah di Masjid Syekh Al Minangkabawi
- Hillary Brigitta Lasut Pimpin Panitia Doa Bersama Gempar Indonesia untuk Korban Bencana
- JRP Berkolaborasi dengan Injourney Salurkan Bantuan Korban Gempa di NTT
- Maknai Kemerdekaan, JR Hadir dalam Kepedulian Untuk Warga Terdampak Bencana NTT
- Doa dan Kepedulian Rossa Terhadap Korban Bencana di NTT
- Dua Anak yang Tenggelam di Padang Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
- Dibantu Warga Agam, Kemenhut Berhasil Tangkap Harimau yang Berkeliaran Dekat Sekolah
JPNN.com




