Kapolri dan Babak Baru Reformasi Polri: Harapan Baru Dalam Konsep ‘Polisi Bersama Masyarakat’
Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, S.H.,M.H - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan
jpnn.com - Pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) selalu lebih dari sekadar pergantian pucuk pimpinan sebuah institusi.
Bagi Polri, pergantian Kapolri adalah momentum untuk membaca kembali hubungan antara negara, hukum, kepolisian, dan masyarakat.
Pada 1 Oktober 2026, Presiden melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional, Kapolda Banten, dan memiliki sejumlah pengalaman panjang, terutama di bidang reserse.
Kapolri Suyudi mengantongi modal dari pendahulunya. Tingkat kepercayaan publik sesuai Litbang Kompas pada Juni 2026 mencatat 82,4%, meningkat dari sebelumnya di tahun 2025 sebesar 76,2%.
Demikian pula peningkatan citra kelembagaan yang naik dari 64,4% menjadi 71,5%. Sedangkan survei yang diselenggarakan oleh IDM pada April 2026 menunjukkan angka 81,2 % puas terhadap layanan Polri dan 75% puas terhadap penegakan hukum.
Angka-angka ini menunjukkan adanya harapan, namun disisi lain juga meninggalkan pekerjaan rumah.
Kapolri baru dihadapkan pada sejumlah permasalahan atau kontroversi yang pernah terjadi di Polri, seperti kekerasan pada momen demo masyarakat pada Agustus lalu, tagline no viral no justice, keterlibatan dalam pelanggaran atau tindak pidana, serta fenomena kriminalitas seperti judi online, penipuan digital, premanisme, narkoba, atau korupsi.
Pergantian Kapolri adalah momentum untuk membaca kembali hubungan antara negara, hukum, kepolisian, dan masyarakat.
- Dukung Solidaritas Kejaksaan-Polri, Sekjen LMP: Lebih Baik Berlomba Ungkap Korupsi
- Begini Janji Kapolda Jabar Irjen Hengki
- 5 Berita Terpopuler: Nasib PPPK & PPPK Paruh Waktu Terus Diperjuangkan, Kini Giliran Polri dan TNI
- Kabur ke Malaysia, Buronan Kasus Pembunuhan Dipulangkan ke RI
- Sampaikan Harapan untuk Jenderal Suyudi, ART Singgung Istilah Parcok Era Jokowi
- Polri Mutasi Lagi 199 Perwira, Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti
JPNN.com




