Karhutla Sumsel Makin Meluas, OKI Catat 459 Kejadian
jpnn.com, PALEMBANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Sumatera Selatan. Hingga pertengahan September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 2.676 kejadian karhutla di berbagai wilayah.
Dari total kejadian tersebut, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan kasus karhutla tertinggi di Sumsel.
Berdasarkan pendataan BPBD Sumsel per 10 September 2026, tercatat 459 kejadian Karhutla terjadi di wilayah tersebut.
Kabid BPBD Sumsel Sudirman mengatakan tingginya kasus karhutla membuat 15 kabupaten dan kota di Sumsel masuk kategori zona merah.
"Untuk di Sumsel ada 2.676 kejadian karhutla.
Ada 15 daerah yang masuk kategori zona merah karhutla. Hanya Pagar Alam dan Empat Lawang yang belum masuk karena kejadiannya di bawah 30 kasus," ujar Sudirman, Selasa (15/9/2026).
Setelah OKI, jumlah kejadian karhutla terbanyak tercatat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan 333 kejadian dan Ogan Ilir sebanyak 294 kejadian.
Kemudian Banyuasin mencatat 273 kejadian, disusul Muara Enim dengan 244 kejadian. Sementara itu, PALI mencatat 181 kejadian,
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan semakin meluas, di OKI tercatat kasus tertinggi 459 kejadian.
- Soroti Karhutla, Mahasiswa dari 15 Kampus Desak Pemprov Sumsel Bertindak
- Hotspot Karhutla Melonjak, Kemenhut Perkuat Operasi Udara dan Darat
- Hotspot Terbanyak Ada di Area Bumi Mekar Hijau, WALHI Desak Pemerintah Audit Konsesi di Sumsel
- Layani Warga Terdampak Asap, Dinkes Palembang Dirikan Posko Kesehatan 24 Jam
- Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Terapkan PJJ Selama Dua Hari
- Kabut Asap dan ISPA Mengintai, Dinkes Palangka Raya Turun Bagikan Masker
JPNN.com




