Karier Febrie Adriansyah Tamat, Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy - Kiai Kampung, Penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya
Jika dugaan itu benar, maka ini adalah pengkhianatan dari titik yang paling dalam: penjaga gudang yang diduga menggarong gudangnya sendiri.
Kejahatan luar biasa oleh orang yang luar biasa menuntut penanganan yang luar biasa pula—luar biasa cepat, luar biasa terbuka, luar biasa tuntas.
Dan ingat: yang bersangkutan sudah berstatus tersangka; alat bukti sudah dinyatakan cukup oleh penyidik. Tidak ada alasan untuk berlambat-lambat.
Maka kepada seluruh anak bangsa, inilah cara membaca peristiwa pekan ini dengan kepala dingin: jangan terprovokasi narasi perang antarinstitusi, sebab perang itu tidak ada—yang ada adalah hukum yang sedang bekerja menghadapi dugaan kejahatan luar biasa oleh satu oknum.
Dan kepada Kejaksaan Agung serta Kepolisian Republik Indonesia: rakyat sudah melihat salam komando kalian. Sekarang buktikan bahwa genggaman tangan itu adalah genggaman keadilan, bukan genggaman kompromi.
Tuntaskan perkara ini seterang-terangnya dan seadil-adilnya.
Karier Febri sebagai Jampidsus boleh tamat. Tetapi kepercayaan rakyat kepada hukum tidak boleh ikut tamat bersamanya.
Salam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(***)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Jaksa Agung ST Burhanuddin menjamu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Asap Karhutla Terpantau di Kaltim, Menhut Instruksikan Petugas Langsung Bergerak
- Tak Ditahan, Tersangka Anak Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah Dikenakan Wajib Lapor
- Kasus TPPU Febrie Jadi Pintu Masuk Kejagung Bongkar Jejaring Pemain Internal
- Kapolri Hadiri Pameran Seniman, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Budaya Polri
- Ratusan Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Tenggelam di Laut Jawa Masih Dicari
- Boni Hargens: Polri Katalisator Keamanan
JPNN.com




