JPNN.com

Karya Anak Bangsa, Pimpin Transformasi Revolusi Industri 4.0

Selasa, 23 Juli 2019 – 11:17 WIB Karya Anak Bangsa, Pimpin Transformasi Revolusi Industri 4.0 - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan menjamurnya startup di Indonesia dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian.

Apalagi, apabila rintisan itu berkembang pesat dan menjadi unicorn ataupun decacorn, seperti Go Jek. Menurut Bambang, keberadaan perusahaan sekelas Go Jek yang lahir dari Indonesia, semakin penting dalam perekonomian. Bahkan, kehadiran mereka selama ini mampu menarik aliran modal asing ke Indonesia.

"Market value yang besar pasti akan mengundang modal masuk dan kita harapkan juga kalau makin besar, dia menjadi pelaku yang semakin global," ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Bambang menampik jika investasi asing yang masuk ke unicorn akan merugikan Indonesia. Pasalnya, investasi yang masuk dikategorikan sebagai foreign direct investment (FDI). Dia menyebut, dividen yang nantinya dihasilkan juga tidak akan lebih besar dari FDI yang masuk.

"Tapi kan, jauh lebih besar inflow-nya daripada dividen outflow-nya. Dan kami juga melihat kalau unicorn ini berkembang, sebagian dividen dipakai untuk investment lagi," ucap dia.

BACA JUGA: Jokowi Pastikan Pesawat Tujuan Bandara Soetta Tak Perlu Antre Lagi untuk Mendarat

Bambang berharap unicorn dapat berperan lebih besar lagi dalam mendorong Indonesia menuju era transformasi digital dan Revolusi Industri 4.0. Pasalnya, unicorn memiliki ciri khas yang lekat dengan penggunaan teknologi.

"Kami fokus antisipasi dari ekonomi digital dari Revolusi Industri 4.0, di mana, unicorn kami harapkan menjadi salah satu pelaku yang membawa transformasi itu sendiri," ujar Bambang.

Terpisah, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengapresiasi kiprah Go Jek, yang juga menandai perkembangan baru bagi industri kreatif. Menurutnya, Go Jek merupakan salah satu usaha rintisan yang memberikan nilai social solutions.

“Untuk mendukung kehadiran usaha rintisan tersebut, pemerintah selalu berupaya agar tak menghalangi unit bisnis kreatif milik anak bangsa yang dalam perkembangan untuk tidak membebaninya aturan yang tidak relevan,” ucap Triawan.

Untuk menyingkirkan halangan yang memberatkan usaha rintisan karya anak bangsa seperti Go Jek itu, Triawan mengaku pemerintah kerapkali diharuskan mengkoordinasikan kebijakan antar lembaga.

Sementara, CEO Alvara Research Hasanuddin Ali mengungkapkan bahwa aplikasi digital karya anak bangsa seperti Go Jek dan Traveloka, ternyata mampu jadi acuan memenangkan persaingan dengan aplikasi sejenis milik asing.

Bahkan, di kalangan generasi milenial, Go Jek mampu mengungguli Grab.

“Generasi milenial lebih memilih Go Jek, dan lebih merekomendasikan aplikasi tersebut dibandingkan Grab,” tandas Hasanuddin.(chi/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...