Kasus Bayi Nyaris Tertukar, RSHS Bandung Didesak Buka Rekaman CCTV

Kasus Bayi Nyaris Tertukar, RSHS Bandung Didesak Buka Rekaman CCTV
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

Oleh sebab itu, aparat bakal akan memeriksa SOP yang diterapkan.

"Kami dari kepolisian, khususnya dari Satreskrim Polrestabes Bandung sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan betul bahwa terkait kejadian tersebut apakah diindikasikan ada pidana atau memang ada kesalahan administrasi atau SOP yang dilakukan oleh rumah sakit," ujarnya.

Hal lain yang didalami yakni gelang bayi yang menurut korban sudah dilepas saat masih di rumah sakit.

Menurut Anton, perihal dugaan kesengajaan gelang bayi dilepas saat masih di rumah sakit, itu pun masuk dalam materi penyelidikan.

"Apakah ada oknum dari rumah sakit yang memang dengan sengaja melepas label untuk arah ke perbuatan yang lain," lanjutnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Nina Saleha, Krisna Murti, menegaskan kliennya dan pihak rumah sakit belum sepakat untuk berdamai. Dengan demikian, klaim yang beredar mengenai sudah adanya perdamaian tidaklah benar.

Menurutnya, pihak rumah sakit memang sudah menyampaikan permintaan maaf dan kliennya sudah menerima. Namun, adanya permintaan maaf itu tidak menghilangkan unsur pidana yang kemungkinan terjadi dalam kasus itu.

Maka dari itu, untuk memperjelas kasus itu, Krisna meminta agar segera dilakukan tes DNA terhadap bayi kliennya untuk memastikan bayi itu merupakan anak dari kliennya. Selain itu, proses tes DNA harus diawasi oleh tim yang independen.

Polisi akan mendalami rekaman CCTV dalam kasus bayi nyaris tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, termasuk dugaan kelalaian SOP.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News