Senin, 19 November 2018 – 22:30 WIB

Kasus Bibit-Chandra Bumerang bagi Kepolisian

Senin, 28 September 2009 – 19:30 WIB
Kasus Bibit-Chandra Bumerang bagi Kepolisian - JPNN.COM

JAKARTA- Penetapan status tersangka atas terhadap Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah menjadi bumerang bagi kepolisian.

Upaya pembangunan citra bahwa kepolisian bersih, yang tengah dilakukan jajaran korps baju cokelat tersebut akan runtuh bahkan terpuruk, sebab penyidikannya dilakukan sembarangan dengan bukti yang tak kuat.

Hal ini dikemukakan 3 pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Rhenald Kasali, Bambang Harimurti, dan Sudirman Said saat mendatangi KPK, Senin (28/9).

Dengan bukti tak kuat tapi dipaksakan agar jadi kasus seperti ini, lanjut Rhenald, masyarakat akan menuduh kepolisian dalam hal ini Bareskrim Mabes Polri ikut melemahkan KPK.

"Bahkan muncul dugaan polisi sedang dibajak oleh kekuatan yg tak suka korupsi diberantas," tambah Bambang Harimurti.

Agar tak terjadi, sudah waktunya masyarakat maupun anggota polisi sendiri, mengingatkan petinggi Polri. Bahwa bukti menjerat Bibit dan Chandra lemah. Sebagai bukti, keterangan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD), Jumat pekan lalu.

Seperti diberitakan, BHD menyebutkan Ketua KPK Antasari Azhar sempat memerintahkan Ary Muladi (kini tersangka kasus penipuan) untuk memberikan uang suap Rp 1 miliar pada Chandra. Versi BHD, uang itu diberikan karena Chandra tetap mengajukan surat cekal atas diri Direktur Masaro Radiokom Anggoro Widjojo yang kini telah menjadi tersangka kasus pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan. Maksud Anggodo Widjojo, adik Anggoro, dengan uang itu Chandra akan mencabut cekal.

Belakangan, keterangan Kapolri ini dibantah Ary maupun Antasari lewat pengacara masing-masing. antasari mengaku tak pernah memerintah Ary, sedangkan Ary mengaku tak pernah mendapat perintah dari pejabat KPK.

Keanehan pemeriksaan lain, yang dialami Bibit dan Chandra adalah tak diberikannya BAP oleh penyidik. Tindakan-tindakan penyidik ini akhirnya memicu Bibit dan Chandra untuk melaporkan Kabareskrim Komjen Polisi Susno Duadji ke Irwasum Mabes Polri, Senin hari ini.

Laporannya, Susno tak menyidik secara profesional sesuai KUHAP dan aturan internal kepolisian. Dia juga memiliki conflict of interest karena ikut menjadi sasaran penyadapan KPK dalam kasus Bank Century.(pra/JPNN)
SHARES
TAGS   KPK Polri korupsi
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar