Kasus Covid-19 di Asia Tenggara Melonjak, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Jangan Panik

Kasus Covid-19 di Asia Tenggara Melonjak, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Jangan Panik
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Diskominfo Jabar

Sejauh ini, belum ada kebijakan khusus seperti penggunaan masker atau jaga jarak (social distancing).

“Nanti kita lihat. Itu kan berdasarkan rekomendasi. Nanti rekomendasi Kemenkesnya seperti apa,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir belum ada temuan kasus baru Covid-19.

"Kasus belum ada, tetapi masyarakat tetap harus waspada, karena tidak ada (kasus) atau nol itu adalah yang dilaporkan Rumah Sakit (RS), tetapi kan dikhawatirkan ada yang tanpa mengalami gejala berat," kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Jabar Rochadi.

Dinkes Jabar menyatakan sudah meningkatkan kinerja survailans atau kegiatan pengamatan dengan melakukan kordinasi bersama seluruh kabupaten kota yang ada di Provinsi Jabar. Hal ini juga untuk menindaklanjuti surat dari Kemenkes.

"Dinas kesehatan langsung memberikan edukasi pada masyarakat, salah satunya melalui media sosial, koordinasi dengan 27 kabupaten kota untuk waspada dan meningkatan kinerja survailans," ujarnya.

"Selain itu juga Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sudah meneruskan Surat Edaran Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan Covid-19 ke Kabupaten Kota se-Jawa Barat," lanjutnya.

Meski demikian, Rochadi meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir mengenai imbauan ini. Namun, bagi yang mengalami gejala Influenza-Like-Illness (ILI), disarankan agar melakukan tes COVID-19.

Kasus positif Covid-19 di Asia Tenggara terus melonjak dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi minta warga jangan panik

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News