Kasus DBD Masih Mengancam, Takeda Gelar ABCD Land untuk Edukasi Keluarga Indonesia

Kasus DBD Masih Mengancam, Takeda Gelar ABCD Land untuk Edukasi Keluarga Indonesia
Memperkuat edukasi pencegahan DBD, PT Takeda Innovative Medicines menggelar kegiatan edukasi publik bertajuk “ABCD Land – Ayo Bersama Cegah DBD!” pada 20–21 Juni 2026 di Urban Forest, Jakarta. Foto: Mesya/JPNN.com

Menurut studi ilmiah terbaru Universitas Gadjah Mada (UGM), total beban ekonomi DBD diperkirakan mencapai hampir Rp9 triliun pada 2024, dengan lebih dari 2 juta kasus rawat inap.

Di sisi lain, urgensi pencegahan DBD juga meningkat seiring perubahan iklim dan pola cuaca yang semakin tidak menentu.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi suhu udara dan curah hujan, sehingga berpotensi memperluas habitat nyamuk serta mempercepat siklus hidup Aedes aegypti.

“Perubahan iklim dan pola cuaca yang semakin tidak menentu berpotensi meningkatkan risiko penyebaran DBD. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan sejak dini,” ujar Prima.

Ia menjelaskan, pemerintah telah merumuskan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021–2025 dan tengah mengembangkan Rencana Aksi Nasional dengan pendekatan komprehensif.

Upaya tersebut mencakup edukasi masyarakat, pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus, hingga pemanfaatan berbagai inovasi pencegahan, termasuk vaksinasi.

Di Jakarta, tantangan pengendalian DBD juga masih besar. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M., menyebutkan hingga 15 Juni 2026 terdapat 5.700 kasus infeksi dengue di DKI Jakarta.

Angka ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman nyata bagi warga Jakarta, terutama di wilayah dengan mobilitas dan kepadatan penduduk yang tinggi. 

Kasus DBD masih mengancam, PT Takeda Innovative Medicines menggelar kegiatan edukasi publik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News