Kasus Keracunan MBG Terus Berulang, KPAI: Harus Jadi Alarm Keras Prabowo
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyebut Presiden RI Prabowo Subianto harus menjadikan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai alarm serius terhadap sistem manajemen program pemerintah itu.
Terlebih lagi, kata dia, kasus keracunan MBG seperti terjadi berulang, hingga memunculkan pertanyaan publik soal perubahan yang telah dilakukan.
"Ini harus jadi alarm keras presiden, karena persoalan lama masih terus berulang, belum berubah," kata Jasra melalui layanan pesan, Sabtu (5/9).
Dia menuturkan data per 4 September dari pemberitaan menyatakan ada 1.961 orang diduga mengalami keracunan, setelah mengonsumsi MBG selama periode 1–3 September 2026.
Kasus tersebut tersebar di Bener Meriah, Agam, Tana Toraja, Rembang, Jawa Tengah, dan Sidoarjo.
Menurut Jasra, MBG adalah program strategis yang memiliki karakter berbeda dengan kebijakan pemerintah lain.
Pasalnya, kata dia, kesalahan dalam pelaksanaan dapat langsung menyentuh keselamatan dan kesehatan anak.
“Ketika makanan yang seharusnya menjadi instrumen pemenuhan gizi, justru menimbulkan gangguan kesehatan maka negara tidak boleh hanya menghitung apakah ada yang meninggal atau tidak. Keselamatan anak tidak boleh menunggu sampai jatuh korban jiwa,” ujar dia.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra kesalahan dalam pelaksanaan MBG dapat langsung menyentuh keselamatan dan kesehatan anak.
- Mayoritas Responden Tolak MBG dan KDMP, Prabowo Diminta Mengevaluasi Program Unggulan
- Tata Kelola MBG Membaik, Minim Penolakan, dan Punya Modal Kepercayaan Publik
- Bukan Cuma Swasta dan PPK, Kejagung Diprediksi Sisir Seluruh Rantai Pengadaan BGN
- Konsumsi Protein Meningkat Hampir 80% Berkat MBG
- Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi di Istana Merdeka, Perkuat Kemitraan Strategis
- Mahfud MD Sebut Pembentukan Wantimpres oleh Prabowo Melanggar Undang-Undang
JPNN.com




