Kasus Keracunan Terus Berulang, Desakan untuk Menghentikan MBG Menguat
Serangkaian insiden keracunan massal terbaru yang terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu seruan untuk menangguhkan atau membatalkan program tersebut, sementara polisi menyelidiki dugaan kelalaian di salah satu dapur penyedia makanan.
Hampir 3.500 orang, sebagian besar murid sekolah dari berbagai tempat di Indonesia keracunan makanan antara tanggal 1 dan 9 September lalu, setelah mengonsumsi makanan MBG.
Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat hingga awal September terdapat 560 laporan insiden keracunan yang melibatkan 50.000 korban terkait MBG sejak diluncurkan tahun lalu.
Bagi sebagian keluarga, dampak program MBG telah mengubah hidup mereka selamanya.
'Bukan hanya lumpuh ingatannya'
Febiola Purba adalah seorang siswi SMK berprestasi dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Pada tanggal 13 Agustus, remaja berusia 16 tahun itu dan teman-teman sekelasnya disuguhi hidangan ikan sebagai bagian dari program MBG.
Pihak keluarga menuturkan setelah pulang sekolah, ia jatuh pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Rekaman video memperlihatkan suasana kepanikan di mana para orangtua berupaya keras mencari pertolongan medis bagi anak-anak mereka.
Program unggulan makan siang gratis Presiden Prabowo Subianto menghadapi kritik yang kian meningkat seiring bertambahnya jumlah anak yang mengalami keracunan makanan di berbagai wilayah
- Restoran 88 Seoul Bandung Tutup Setelah Insiden Keracunan Massal
- Adidaya Institute Rilis Survei MBG dan BGN Era Sudaryono, Ini Hasilnya
- BGN Uji Coba MBG Disajikan Secara Prasmanan
- Mitra Keracunan
- Ribuan Pengendara Motor Berunjuk Rasa di Melbourne Minta Jalan Berlubang Diperbaiki
- Kasus Korupsi BGN, Pakar Minta Kejagung Jangan Cuma Berhenti di Pelaksana Teknis
JPNN.com




