Kasus Nadiem Jadi Sorotan Internasional, Richard Branson: Seharusnya Diapresiasi, Bukan Dituntut
jpnn.com, JAKARTA - Nama mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kembali menjadi perhatian publik, termasuk di tingkat internasional.
Pendiri Virgin Group Richard Branson ikut angkat bicara terkait kasus hukum yang menjerat Nadiem.
Melalui unggahan di Instagram Stories akun @richardbranson dan LinkedIn, Branson menyampaikan dukungannya kepada pendiri Gojek tersebut.
Dia mengatakan Nadiem Makarim adalah salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia, yang beralih dari karier bisnis ke jabatan di pemerintahan untuk menjadi pejuang reformasi pendidikan.
"Dia harus diapresiasi atas apa yang telah ia capai, bukan dituntut atas tuduhan palsu yang tampaknya bermotif politik," tulis Branson dikutip JPNN.com, Sabtu (6/6).
Branson menilai Nadiem seharusnya mendapat apresiasi atas kontribusinya, bukan menghadapi tuntutan yang menurutnya terkesan dipaksakan dan bernuansa politik.
Pernyataan Branson muncul di tengah proses hukum yang sedang dihadapi Nadiem terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook saat menjabat sebagai Mendikbudristek.
Pada Mei 2026, jaksa penuntut umum menuntut Nadiem dengan hukuman penjara 18 tahun. Selain hukuman penjara, jaksa juga menuntut denda sebesar Rp 1 miliar (subsidair 190 hari) dan pidana tambahan uang pengganti Rp 809 miliar dan Rp 4,8 triliun (subsidair 9 tahun).
Nama eks Mendikbudristek Nadiem Makarim kembali menjadi perhatian publik termasuk di dunia internasional
- Kaji TPPU di Kasus Nadiem Makarim, Kejagung Dinilai Bertindak berdasarkan Bukti
- Pakar Dukung Rencana Kejaksaan Jerat Nadiem dengan Pasal TPPU
- Dasco Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Nadiem, Terkait Amnesti?
- Anak Muda Indonesia di Luar Negeri Menimbang Masa Depan Akibat Vonis Nadiem
- Nadiem Divonis Bersalah, Kejagung Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
- Niagara SW60+
JPNN.com




