Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Mendorong Transparansi
Sementara Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi menambahkan pihaknya telah mendapatkan sinyal keterbukaan dari penyidik militer untuk memberikan akses pemeriksaan.
"Pihak Puspom TNI sudah membuka diri untuk kita bisa bertemu dengan para tersangka," ujarnya.
Dia menjelaskan, akses tersebut penting untuk mendalami berbagai aspek, termasuk kemungkinan adanya perintah dalam struktur operasi serta proses penyidikan sejak penyerahan barang bukti dari satuan sebelumnya.
Komnas HAM juga berencana meminta keterangan dari para ahli lintas bidang guna memperkuat konstruksi kesimpulan dalam penyelidikan yang tengah berlangsung.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memastikan proses hukum berjalan transparan, akuntabel, serta mampu mengungkap secara utuh peristiwa kekerasan yang terjadi.(ant/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong transparansi dalam penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Militerisasi Sipil Dinilai Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum
- Tiga Dekade Kudatuli, Keluarga Korban Masih Tunggu Keadilan
- Ini Saran Komnas HAM untuk Menghentikan Konflik Bersenjata di Papua
- Menteri HAM Pigai Minta Tak Boleh Ada Restorative Justice untuk Taufik Hidayat
- Amnesty Desak TNI Serahkan Bukti Kasus Andrie ke Peradilan Umum
- Rieke Sesalkan Anggaran Substantif Komnas HAM Cuma 6 Persen
JPNN.com




