Kawah Gunung Ijen Keluarkan Gas Beracun, Tenggorokan Panas

Kawah Gunung Ijen Keluarkan Gas Beracun, Tenggorokan Panas
Kawah Gunung Ijen mengeluarkan gas beracun, warga mengungsi dan menginap di Masjid Sempol, Bondowoso. FOTO: HERU PUTRANTO/Jawa Pos Radar Jember

jpnn.com - Kawah Gunung Ijen yang mengeluarkan gas beracun berdampak pada aktivitas warga sekitar, termasuk para penambang belerang.

FREDY RIZKI, Banyuwangi-HERU-HUDA, Bondowoso

DUSUN di kaki Gunung Ijen itu hidup lagi sejak pagi kemarin (23/3). Sebagian warga menengok kembali kebun dan ladang. Sebagian lainnya menyibukkan diri di rumah. Anak-anak pun telah balik ke sekolah.

Siangnya, masjid di Watu Capil, nama dusun tersebut, juga telah dipenuhi jemaah salat Jumat.

’’Sore ini tadi (Jumat sore, Red) saya juga sudah bermain voli sama warga lainnya,’’ ungkap Vian, warga Watu Capil, kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Kondisi tersebut sangat kontras dengan yang terjadi pada Rabu malam (21/3) hingga Kamis malam (22/3).

Watu Capil dan tiga dusun lain di Desa Karanganyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso, berubah jadi dusun-dusun mati. Yakni, Margahayu, Kebun Jeruk, dan Curah Macan.

Warga harus mengungsi dalam kepanikan. Sebab, mereka khawatir terpapar gas beracun dari aliran Sungai Kalipahit yang berhulu di Kawah Ijen. Gas itu mengakibatkan sesak napas dan batuk-batuk.

Kawah Gunung Ijen mengeluarkan gas beracun menyebabkan aktivitas warga sekitar terganggu, termasuk penambangan belerang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News