Kayu Hanyut Bencana Banjir di Aceh-Sumut Dimanfaatkan jadi Material Huntara
jpnn.com, JAKARTA - Kayu hanyut yang terbawa arus banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai dimanfaatkan sebagai material bangunan hunian sementara (huntara) warga.
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian mengatakan telah merancang skema pemanfaatan kayu hanyut itu sebagai material membangun hunian hingga kebutuhan kalangan industri.
"Kemudian juga (bisa) dipakai masyarakat membangun (hunian) sendiri juga silakan," kata Tito dikutip dari rilis resmi Istana, pada Sabtu (4/4).
Menurut data Satgas PRR per 2 April 2026, realisasi pemanfaatan kayu hanyutan telah berjalan di sejumlah wilayah terdampak.
Di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, sebanyak 2.112,11 meter kubik kayu telah dimanfaatkan untuk pembangunan huntara.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 572,4 meter kubik kayu tengah menunggu kebijakan pemerintah daerah untuk penetapan peruntukannya.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, terdapat 329,24 meter kubik kayu untuk pembangunan huntara, fasilitas sosial, dan fasilitas umum.
Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, sebanyak 93,39 meter kubik kayu telah digunakan untuk mendukung pemulihan rumah warga terdampak.
Tito Karnavian mengatakan telah merancang skema pemanfaatan kayu hanyutan itu sebagai material membangun hunian.
- Infinite Collection Park Serpong, Hunian dengan Harga Mulai Rp330 Juta
- Potret Banjir di Sulawesi Tenggara, Waspada Bencana Susulan
- Segera Terbit SE Bersama 3 Menteri, PPPK Jangan Resah, Kepala Daerah Tidak Perlu Gelisah
- Ungkap Hasil Rakor 3 Menteri Bahas Nasib PPPK, Mendagri Tito: Solutif
- BSN Hadirkan KPR Bonus Emas, Jangan Sampai Ketinggalan!
- Mendagri Tito Pamerkan Inovasi Wako Agung Nugroho dalam Dongkrak PAD Kota Pekanbaru
JPNN.com




