Kebiasaan Belanja Orang Kaya Dipengaruhi Sentimen Ekonomi Global, Beda dengan Kelas Bawah
jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengungkap perilaku belanja masyarakat kelas menengah atas di Indonesia sangat dipengaruhi sentimen ekonomi global.
Masyarakat segmen ini dinilai tidak memiliki masalah dengan daya beli, namun sangat waspada terhadap pergerakan instrumen keuangan.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyatakan kelas ini cenderung sensitif terhadap nilai tukar rupiah, harga emas, hingga indeks saham.
"Kalau masyarakat kelas atas ini daya belinya lebih stabil lah, hanya saja mereka ini sensitif dengan isu-isu global," kata Alphonzus di Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
"Kalau mereka ini sangat sensitif untuk belanja di luar negeri," imbuhnya.
Ketidaktertarikan belanja di dalam negeri sering kali dipicu ketersediaan barang impor yang dianggap kurang lengkap.
APPBI menilai kebijakan pembatasan impor dari pemerintah membuat koleksi produk di mal domestik menjadi kurang kompetitif.
Akibatnya, masyarakat kelas atas lebih memilih untuk berbelanja di pusat perbelanjaan luar negeri yang menyediakan variasi produk lebih banyak.
APPBI menyebut perilaku belanja masyarakat kelas menengah atas di Indonesia sangat dipengaruhi sentimen ekonomi global.
- Bukan Daya Beli Warga Turun, Kepala BPS Tekankan Ada Pergeseran Pola Konsumsi
- Bidik Loyalitas Pelanggan, Guardian Indonesia Hadirkan MyGuardian Rewards
- Mau Dapat Rewards dari Jajan dan Belanja di PIK? Begini Caranya
- Wamenkeu Sebut Angka Inflasi RI Lebih Baik Ketimbang AS dan Inggris
- Dorong Daya Beli Masyarakat, Prabowo Siapkan Bantuan Pangan & Subsidi Upah Kuartal IV
- Cara Hypermart Rayakan HUT ke-22, Beri Promo Hingga Pengembangan Layanan
JPNN.com




