Kebijakan Sektoral Tak Lagi Memadai, BI Beberkan 4 Agenda Prioritas Riset
jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia menekankan pentingnya integrasi kebijakan menyeluruh di tengah tantangan fragmentasi geoekonomi dan pesatnya transformasi digital global.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan hal tersebut saat membuka Konferensi Internasional BMEB ke-20 di Bali.
Menurut Destry, pendekatan kebijakan yang selama ini berjalan secara sektoral dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi risiko sistemik yang terus meningkat.
Dia menyoroti perlunya bank sentral untuk mengintegrasikan instrumen moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, hingga koordinasi fiskal.
Guna menjawab tantangan masa depan tersebut, dia memaparkan empat agenda prioritas riset yang akan dikembangkan otoritas perbankan sentral.
Fokus pertama riset tersebut, diarahkan pada penguatan pemahaman mengenai transmisi kebijakan moneter di tengah situasi fragmentasi geoekonomi.
Selanjutnya, bank sentral perlu memperdalam analisis mengenai implikasi keuangan digital yang mencakup teknologi kecerdasan artifisial, fintech, hingga aset kripto.
Destry juga menekankan pentingnya pengembangan pengukuran risiko sistemik untuk mampu mengantisipasi ancaman siber hingga dampak perubahan iklim.
Bank Indonesia menekankan pentingnya integrasi kebijakan menyeluruh di tengah tantangan fragmentasi geoekonomi dan pesatnya transformasi digital global.
- Posisi Cadangan Devisa RI Naik Tipis
- ShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Pasti Cashback Saldo hingga Rp 100 Ribu untuk Pengguna
- Purbaya Buka–bukaan soal Keuntungan Penitipan Uang Pemerintah ke Bank Himbara
- Perdana, Kemunculan Perry Warjiyo Pascamundur dari Gubernur BI
- Destry Damayanti Sah Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo Bilang Begini
- Komisi XI DPR Menyetujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI
JPNN.com




