Kebijakan Sewa Randis Pemkot Tangsel Dianggap Pilihan Cerdas Demi Hemat Anggaran

Kebijakan Sewa Randis Pemkot Tangsel Dianggap Pilihan Cerdas Demi Hemat Anggaran
Pengamat Yanuar menilai sewa kendaraan dinas Tangsel hingga belasan miliar sebagai langkah cerdas cegah kebocoran APBD akibat perawatan aset. ilustrasi. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

Dia mengatakan faktor umur ekonomis kendaraan menjadi variabel krusial yang sering kali diabaikan oleh publik dalam menilai efisiensi belanja daerah.

Yanuar membeberkan umur ekonomis kendaraan operasional itu sangat terbatas dengan usia ideal hanya empat sampai lima tahun. 

Selepas periode emas itu, kata dia, performa mesin pasti menurun drastis, sedangkan biaya perawatan justru melonjak secara eksponensial.

Yanuar menilai kebijakan yang diambil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie untuk menyewa bisa strategis menekan beban fiskal.

"Jika Pemkot membeli aset, maka dalam beberapa tahun ke depan APBD Tangsel akan terus 'bocor' dan terbebani oleh tingginya biaya servis, penggantian suku cadang, hingga merosotnya nilai buku aset akibat penyusutan nilai (depreciation cost) yang bisa mencapai 15 hingga 20 persen di tahun-tahun awal," kata Yanuar.

Dia mengatakan Pemkot Tangsel melalui skema sewa senilai Rp19,95 miliar, berhasil melakukan langkah cerdas dengan mengalihkan risiko siklus umur ekonomis ke pihak ketiga.

"Pemkot Tangsel dibebaskan dari biaya-biaya rutin seperti pajak tahunan, perpanjangan STNK, asuransi All-Risk, hingga biaya montir," ujarnya.

Terkait adanya peningkatan anggaran sewa sebesar Rp2,07 miliar dibandingkan tahun lalu sehingga totalnya menjadi Rp19,95 miliar, Yanuar memandang angka tersebut tetap berada dalam koridor rasionalitas fiskal yang sehat.

Pengamat Yanuar menilai sewa kendaraan dinas Tangsel hingga belasan miliar sebagai langkah cerdas cegah kebocoran APBD akibat perawatan aset.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News