Kebijakan Sewa Randis Pemkot Tangsel Dianggap Pilihan Cerdas Demi Hemat Anggaran
Dia mengatakan kenaikan itu dinilai sebanding dengan jaminan kesiapan armada dan kepastian hukum yang didapat pemerintah daerah.
"Jika dihitung secara cermat dan komparatif, biaya menyewa ratusan unit kendaraan dengan kondisi yang selalu prima dan siap pakai jauh lebih murah ketimbang mengalokasikan modal puluhan miliar untuk beli baru, yang ujung-ujungnya membebani anggaran daerah dengan manajemen logistik yang rumit dan tidak efisien," ujarnya.
Kendati mendukung penuh kebijakan Wali Kota Benyamin Davnie, Yanuar tetap mengingatkan agar Inspektorat dan instansi terkait melakukan pengawasan ketat terhadap eksekusi di lapangan.
Dia mengatakan Service Level Agreement (SLA) dalam kontrak harus dikunci rapat agar kenaikan anggaran ini benar-benar terkompensasi dengan layanan vendor yang prima dan akuntabel.
"Secara prinsip kebijakan publik, skema sewa ini adalah best practice yang sudah diterapkan di banyak negara maju dan korporasi berskala global. Langkah Pemkot Tangsel sudah berada di jalur yang benar demi mewujudkan APBD yang sehat, ramping, dan tepat sasaran," pungkas Yanuar. (ast/jpnn)
Pengamat Yanuar menilai sewa kendaraan dinas Tangsel hingga belasan miliar sebagai langkah cerdas cegah kebocoran APBD akibat perawatan aset.
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan
- Gunung Anak Krakatau Siaga, Pemkot Tangsel Minta Warga Tenang dan Tetap Waspada
- Diskominfo Tangsel Merilis GPS Digital Academy & Innovation Center
- 36 Pos Lansia Hadir di Berbagai Sudut Kota Tangsel
- Ikhtiar Pemkot Memagari Remaja dari Pergaulan Bebas dan Krisis Mental
- HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Ungkap Kinerja Pendapatan Daerah Capai Rp 8,38 Triliun
- Pemkot Tangsel Ingin Rumah Ibadah Jadi Titik Lahirnya Umat Berdaya Saing Global
JPNN.com




